This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan

Modul Pencari Kerja



Disini saya sudah merangkum hal-hal apa saja yang kirannya terkait dengan persiapan dan langkah menghadapi test Penerimaan Karyawan (Test Psikotesl, Kepribadian, Wawancara Kerja).

Penting bagi para pencari kerja untuk mempersiapkan diri dari segala kemungkinan saat mencari kerja nantinya seperti mengahadapi proses seleksi administrasi, test psikologi, wawancara, test kesehatan dan sebagainya, untuk itu perlu kita pelajari hal-hal yang berkaitan tersebut.
Setiap perusahaan pasti ingin proses rekrutmen berjalan dengan baik. Besar harapan pelamar kerja atau kandidat terpilih nantinya bisa berkontribusi memajukan perusahaan mencapai tujuannya dan juga meningkatkan pendapatan secara finansial.
Adapun cara-cara yang perlu kita pahami sebelum melamar kerja ada baiknya pelajari dan pahami proses rekrutmen karyawan di perusahaan, berikut ulasannya.

1. Identifikasi Kebutuhan Akan Suatu Posisi

Identifikasi terlebih dahulu pisisi  baru atau pergantian karyawan di perusahaan. Salah satu cara terbaik untuk meilihat hal ini adalah adanya keadaan di mana karyawan memiliki terlalu banyak beban pekerjaan sehingga membutuhkan bantuan.
Keputusan merekrut karyawan baru harus seimbang dengan kebutuhan perusahaan dan karyawan yang sudah ada.

Hasil dari perekrutan ini harus sesuai pula dengan rencana bisnis perusahaan.Akan lebih baik jika memberikan informasi kepada karyawan lama terlebih dahulu jika HRD akan melakukan perekrutan.

2. Rencanakan Perekrutan untuk Posisi yang Diinginkan

Setelah proses identifikasi yang sebelumnya dilakukan sekaligus mendeskripsikan pekerjaan untuk posisi tersebut sehingga memudahkan HRD untuk mencari tenaga kerja yang tepat.

Buat rencana prekrutan berdasarkan informasi tersebut, pikirkan bagaimana tim HRD akan mempublikasikan informasi lowongan, siapa yang akan meninjau proses secara keseluruuam, serta siapa saja yang akan berpartisipasi ketika proses wawancara.

3. Publikasikan Lowongan

Informasikan lowongan ini termasuk kepada karyawan lama, karena besar kemungkinan ada kandidat internal perusahaan yang mungkin memenuhi kriteria tersebut. Keberhasilan publikasi lowongan kerja juga bervariasi, tergantung pada posisi apa yang perusahaan tawarkan dan media penyampaiannya.

Namun, kemajuan teknologi saat ini mendorong semua prusahaan untuk memasang iklan lowongan kerja secara online. Website perusahaan pun berperan penting alam proses ini. Berikan informasi berguna di halaman Linkedin perusahaan misalnya, agar bias mengundang tenaga kerja berkualitas yang kemudian melamar. Lakukan ini Bersama tim HRD lainnya atau bahkan karyawan bagian lainnya.

4. Tinjau Lamaran yang Masuk

Jika bagian HRD sudah mempublikasikan lowongan kerja dengan efektif, maka mereka akan “kebanjiran” kiriman lamaran. Manajer HRD kemudian akan menerima lamaran-lamaran yang telah disaring berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan.

Pelamar dinilai berdasarkan syarat yang dipenuhi untuk selanjutnya dihubungi kembali oleh perusahaan. Tujuan penyaringan ini adalah untuk efisiensi waktu. Pihak penyaringan, manajer HRD dan tim HRD akan mencari kecocokan kandidat melalui telepon dan wawancara langsung pada tahapan selanjutnya.

5. Wawancara Kandidat Berkualitas

Revuew surat lamaran kerja dan percakapan melalui telepon akan mempersempit calon karyawan menjadi sekelompok kandidat yang paling berkualitas. Jadwalkan wawancara kerja dengan mereka untuk melakukan perbandingan antara satu dengan yang lainnya.

Pastikan para kandidat tersebut sudah mengisi formulir lamaran kerja, termasuk izin bagi perusahaanuntuk memeriksa referensi, latar belakang, dan sebagainya. Sementara itu informasikan kepada mereka yang belum berjasil agar tidak terus-terusan menunggu kabar.

Jadwalkan wawancara kedua dengan kandidat paling berkualitas yang sebelumnya sudah tersaring kembali dari wawancara pertama. Saat ini anda sebagai pemilik perusahaan ataupun manajer HRD bias memeriksa referensi dan latar belakang kandidat tersebut.

6. Periksa Referensi dan Latar Belakang

Pastikan untuk memeriksa semua klaim yang dikatakan kandidat termasuk kredensial Pendidikan, riwayat pekerjaan, dan latar belakang criminal. Bila memungkinkan, sumber informasi terbaik adalah manajer atau atasan langsung kantor lama kandidat tersebut.

Selain itu, melihat profil kandidat di media social dalam hal ini postingan yang mereka buat masuk dalam proses rekrutmen dengan tujuan untuk lebih mengenal kandidat tersebut.

7. Pilih Orang yang Paling Berkualitas

Jika sudah mencapai keputusan positif terhadap seorang kandidat, tentukan kempensasi/gaji yang ditawarkan perusahaan kepada orang tersebut.

Ketuju langkah inilah yang merupakan factor krusial untuk meyakinkan anda dan manajer HRD sebelum benar-benar menerima dan menawarkan posisi yang dibutuhkan.

8. Buat Penawaran dan Berikan Informasi Kepada Kandidat yang Belum Berhasil

Kini saatnya membuat penawaran secara tertulis. Buat penawran sesuai dengan kemampuan dan hasil pemeriksaan referensi sebelumnya.

Paling tidak, pastikan agar tim HRD memberikan pemberitahhuan kepada kandidat yang belum berhasil. Karena sangat penting untuk menjaga citra perusahaan di mata public.

9. Negosiasikan Rincian Gaji dan Tanggal Mulai Bekerja

Semakin tinggi posisi yang ditawarkan, maka semakin besar kemungkinan kandidat menegosiasikan gaji, uang lembur, jaminan kesehatan dan sebagainya.

Coba tawarkan gaji sedikit di atas pengajuan mereka jika memang benar-benar berkualitas dan terbukti, namun masih masuk ke dalam budget perusahaan.

Sampaikan keuntung yang bias mereka dapatkan jika bergaung dengan perusahaan anda yang mungkin saja tidak didapat dari perusahaan sebelumnya.

Proses ini sekaligus menentukan tanggal mulai bekerja, karena biasanya kandidat meminta waktu untuk menjalankan proses pengunduran diri dari perusahaan sebelumnya.

10. Menyambut Karyawan Baru

Cara onboarding karyawan baru di perusahaan mempengaruhi apakan anda akan mempertahankan karyawan tersebut di masa depan atau tidak.

Jaga hubungan baik dengan karyawan baru dari mulai mereka menerima penawaran kerja. Tetapkan seorang mentor yang akan memandu karyawan tersebut dan pastika ia mereasa diterima oleh karyawan lainnya.

Setelahkan anda memahami proses penerimaan tentukan kamu akan tahu langkah mana yang perlu kamu ambil, banyak pelamar kerja yang gagal bersaing karna telah dinyakan gagal dalam menghadapi test psikotes dan sebagainya. Untuk itu mari kita belajar untuk lebih memahami test Psikotes terlebih dahulu.

Apa itu test Psikotes?

Yaitu proses untuk mengetahui atau mengukur kepribadian seperti apa yang diingkan oleh perusahaan. Banyak lulusan perguruan tinggi yang belum di terima kerja di sebuah perusahaan impiannya karena selalu gagal dalam psikotes. Bukan karena tidak cerdas, tetapi kepribadiannya kurang cocok dengan yang dicari perusahaan. Dan berikut informasi dan trik untuk menghadapi dan menyelesaikan psikotes dengan mudah.

1. Test analogi verbal, biasanya korelasi makna, sinonim, antonym, dan pemahaman mengenai narasi tertentu.

Penilaian dalam test analogi verbal adalah kemampuan logikamu terhadap sebuah kondisi untuk melihat sejauh mana kamu memahami sebab-akibat suatu permasalahan dalam pekerjaan.

Contoh :
 * Asli <>… a. Orisinil b. Tiruan c. Autentik d. Murni
(jawabannya B)
* Air – Haus = Nasi - … a. Goreng b. Lapar c. Beras d. Rames
(jawabannya B)
Pelajari dan hafalkan sinonim-antonim kata, korelasi kata ataupun pemahaman narasi secara terus menerus untuk mengasah kemampuanmu menjawab soal. Lompati soal yang belum bisa kamu jawab ke soal berikutnya, jangan terpaku pada satu soal karena waktu terus berjalan.

2. Test Logika Aritmatika, terdiiri atas deret angka yang kamu harus pamahi polanya.

Misalnya penjumplahan, pengurangan, perkalian, persentasi dan pecahan angka.
Penilaian dari test aritmatika adalah kemampuan analisis dalam memahami pola-pola atau kecenderungan tertentu (dalam bentuk angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut.

Contoh :
* 24 20 16 23… (setiap angka dikurang 4, maka lanjutkan dari deret soal ini adalah 8 dan 4)
* 45 15 18 6 9 3 … … ( pola jawabannya : n:3 n+3 n:3 n+3, maka lanjutan dari deres soal ini adalah 6 dan 2)

Triknya :
* Jangan terpaku pada 3-4 angka terdepan dalam deret saja, terkadang kamu harus melihat deres secara keseluruhan karena pola bisa berubah urutan, pengelompokan berurutan, maupun pengelompokan loncat.
* Jangan terpaku pada sebuah soal yang penasaran ingin kamu pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena bisa jadi soal dibawahnya lebih mudah di pecahkan. Ingat, waktu terus berjalan.
* Latihlah kemampuanmu dengan sering mengerjakan latihan soal dari buku-buku tes psikotes ataupun dari internet.

3. Test Logika Penalaran, terdiri dari deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi, kamu diminta untuk memilih gambar selanjutnya yang akan muncul

Penilaian dari test logika penalaran adalah kemampuan dalam memahami pola-pola atau kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola tersebut.

Triknya :
Konsentrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditampilkan hamper serupa meskipun tidak sama.

4. Test Kraplien atau pauli : terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas bawah) dalam bentuk lajur-lajur, biasa disebut test koran

Kamu akan diminta menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menulis di sampingnya. Penilaiannya adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya menyesuaikan diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Triknya :
* Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis karena membutuhkan waktu untuk isi ulang saat ujung granitnya habis. Jadi gunakan pensil biasa atau pulpen saja karena test ini sangat terikat dengan waktu.
* Kendalikan dirimu untuk menghemat tenaga. Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan saat kamu memaksakan diri di awal test namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan di akhir test.
* Jangan sekalipun melakukan kecurangan terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Segera pindah ke soal berikutnya saat di intruksikan. Jangan terpaku pada soal, apa adanya saja.
* Hal yang paling penting secara keseluruhan dari tes kraeplin adalah konsentrasi. Terkadang kamu akan merasa blank saat pertengahan test, tapi kamu harus bisa bangkit dan kembali focus. Untuk itu, kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak bergadang dan sempatkan sarapan sebelum berangkat test. Model test ini sangat menyedot energi.

5. Wartegg Test, terdiri atas beberapa kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti titik, garis kurva, garis sejajar, lingkaran, dua garis saling memotong atau garis melengkung

Kamu akan diminta menggambar berdasarkan bentukan-bentukan tadi, kemudian menuliskan urutan gambar  yang telah kamu buat, lalu menuliskan nomor gambar mana yang paling disukai, paling tidak disukai, yang mudah dan sulit menurutmu. Penilainnya adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek.
Triknya :
*Apapun yang kamu gambar menunjukan kepribadian dan kemampuan IQ-mu. Jika kamu menggambar sesuatu yang “ biasa saja dan umum” tentu penilaian tingkat kecerdasannya akan berbeda jika kamu menggambar “sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain dan berwawasan”. Kreatifitasmu diuji disini, apakah kamu mampu mengembangkan hal yang sudah ada menjadi suatu ide baru atau sifat mengekor yang terlalu besar.
* Mulai sekarang berlatihlah untuk menggambar dan menuangkan imajinasimu dalam kertas agar saat mengerjakan test warteg kamu tidak nge-blank.

6. Test DAM ( Draw A Man Test), kamu diharuskan menggambar seseorang, mendeskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut.

Selanjutnya setelah kita menguasai berbagai macam test tersebut kita melangkah ke topik selanjutnya yaitu Persiapan Wawancara Kerja. W awancara merupakan suatu tahap dalam seleksi kerja yang melibatkan percakapan antara pelamar atau pencari kerja dengan pihak perwakilan dari organisasi yang mempekerjakan untuk melihat, apakah calon pekerja merupakan kandidat yang tepat atau tidak.

Umumnya wawancara dilakukan secara bertahap, dimulai dari atasan langsung, bahkan bisa sampai ke direksi atau pimpinan tertinggi perusahaan. Namun sayangnya kamu hanya diberikan satu kesempatan untuk meninggalkan first impression yang baik dan berkesan untuk dapat terpilih. Dengan kata lain, kamu  tidak bisa memperbaiki kesalahan atau penyesalan yang kamu lakukan saat wawancara. Untuk mengantisipasinya ternyata kamu bisa mengakali dengan mengaplikasikan ilmu social dan psikologi  lho.

Dengan mempersiapkan diri dan menggunakan tips psikologi, kamu bisa memberikan first impression yang lebih berkesan. Tujuannya untuk meningkatkan peluang kamu diterima bekerja di perusahaan tersebut. Berikut beberapa cara menghadapi wawancara kerja menggunakan ilmu psikologi :
1. Gunakan Taktik “Power Priming”
Pernah dilakukan sebuah eksperimen  dalam wawancara kerja  dimana sekelompok pelamar kerja dibagi menjadi dua kelompok dengan kondisi sebagai berikut.
a. Kelompok Pertama diminta untuk mengingat dan membayangkan masa-masa dimana mereka menjadi pemegang kendali dan saat dimana mereka kuat dalam hidupnya.
b. Kelompok Kedua diminta untuk mengingat dan merefleksikan masa-masa dimana merekan merasa lemah dan tanpa kendali.

Hasil eksperimen membuktikan bahwa kelompok pertama yang sukses dalam wawancara kerja. Hasil wawancara menunjukkan kelompok yang menjadi sasaran “power-priming” lebih baik secara sighnifikan. Taktik ini sebenarnya sangat sederhana, namun dapat membuktikan bahwa manusia dapat memberi hasil berbeda hanya dengan mengingat kejadian yang menguatkan diri mereka. Kamu juga bisa mengaplikasikannya saat wawancara nanti.
2. Tersenyum secukupnya
Dalam wawancara kerja, kamu perlu menunjukan bahwa kamu merupakan orang yang sopan dan bersahabat, namun tidak melulu dengan tersenyum. Tersenyum itu penting namun ada masa-masa kamu perlu menunjukan bahwa kamu juga bisa serius.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kandidat pelamar kerja yang tersenyum hanya pada awal dan akhir wawancara lebih berhasil daripada yang terus tersenyum sepanjang sesi wawancara.
3. Gunakan Nama Pewancara (Interviewer)
Selain membantu kamu mengingat nama pewancara, memanggil nama membuktikan membuat mereka merasa lebih positif. Tentunya bukan berarti kamu terus memanggil Namanya, namun cukup gunakan sesekali.
4. Melatih “Reflecting Listening”
Jika kamu terbiasa mengulang apa yang diucapkan oleh pewancara dengan kata-kata sendiri, itu tandanya kamu sudah mengaplikasikan Teknik ini. Sebuah studi membuktikan bahwa kamu memahami perkataan pewancara. Selain itu, Teknik ini juga membuat pewancara lebih merasa positif terhadap kamu karena anda menyimak apa yang dikatakan. Sebagai contoh :

Pewancara : Posisi yang dibutuhkan adalah penulis yang tidak akan kesulitan menulis mengenai politik, kasus selebriti, bahkan keduanya sekaligus. Bagaimana menurut anda?
Pelamar : Maksudnya anda mencari seorang penulis yang antusias dan siap melakukan apa saja? Itu sangat mendeskripsikan diri saya. Seperti yang anda lihat di CV saya, saya sudah melakukan hampir segalanya . Mulai menulis kisah traveling hingga investigasi. Saya yakin saya cocok dengan spesifikasi yang di maksud.
5. Pastikan Tangan Kamu Hangat dan Kering
Mungkin tips yang satu ini kedengarannya aneh, namun taukah kamu bahwa tangan yang dingin dan berkeringat merupakan ciri-ciri orang yang sedang cemas dan takut?
Dengan demikian, tangan yang hangat dan kering, akan membantu menunjukkan kepercayaan diri kamu. Sebelum wawancara pastikan kamu mengelap tangan agar bisa berjabat tangan dengan nyaman dan memberikan kesan pertama yang baik.
6. Tirulah Gerak-Gerik Pewancara, namun secara Positif
Kamu bisa mengikuti gerak-gerik pewancara, misalnya kamu ikut tersenyum saat dia tersenyum. Teknik ini disebut juga mirroring, dan terbukti meningkatkan peluang diterima kerja.

Namun, perhatikan untuk meniru gerak-gerik yang positif saja. Jika pewancaranya Nampak negative jangan ditiru.
7. Perhatikan Bahasa Tubuh Anda
Berbagai studi telah membuktikan bahwa terkadang gerak non-verbal lebih efektif daripada verbal. Dengan kata lain, Bahasa tubuh sangatlah penting. Dalam wawancara kerja biasanya gunakan Bahasa tubuh yang sopan dan formal.

Berikut contohnya :
a. Tunjukkan antusiasme yang tinggi dan energi yang besar
b. Gunakan ekspresi wajah yang positif
c. Pertahankan kontak mata atau tatapan
d. Berikan anggukan sebagai tanda bahwa kamu paham
e. Gunakan gerakan tangan sesekali saat bicara
f. Usahakan badan condong kea rah pewancara, namun tetap pada batas wajar
g. Hindari nada monoton saat bicara, usahakan ubah nada bicara sesekali
8. Gunakan Construal Level Theory (CLT)
Pernahkan kamu mendengan mengenai construal level theory? Teori ini membuktika bahwa semakin jauh kamu dari seseorang atau sebuah objek, semakin abstrak pikiran kamu. Teori ini berlaku sebaliknya. Sebagai contoh :
a. Saat kamu berada di musim salju selama 6 bulan lamannya. Kamu akan membayangkan matahari dan pantai hangat.
b. Saat kamu hanya berada di musim salju selama 6 hari, itinerary detail untuk kembali ke musim panas.

Para peneliti melakukan eksperimen dengan mengaplikasi teori ini pada pelamar kerja. Dimana pelamar kerja dibagi kedalam dua kelompok.
a. Kelompok pertama duduk dekat pewancara
b. Kelompok kedua duduk jauh dari pewancara
Hasilnnya sesuai teori CLT, dimana pelamar yand duduk dekat dengan pewancara mampu berdiskusi dengan spesifik dan detil sehingga kemungkinan suksesnya lebih tinggi. Sedangkan kelompok kedua yang duduk jauh dari pewancara cenderung berbicara tentang hal-hal abstrak.

Intinya berbicara secara spesifik dalam wawancara kerja akan lebih baik dan meningkatkat peluang kamu diterima.
9. Hindari Menyanggah atau Memotong Pembicaraan
Menyanggah atau memotong pembicaraan menimbulkan emosi negative. Dengan demikian, jangan pernah memotong atau menyanggah pewancara saat sedang berbicara. Mendengarkannya dengan seksama hingga selesai menunjukkan bahwa kamu sejalan dengannya dan membuktikan kamu lebih sopan.
Maksimalkan Peluang Diterima Kerja dengan Memberik Big Impact dalam wawancara kerja
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kamu hanya memiliki satu kesempatan dalam memberikan first impression yang baik dalam wawancara kerja. Kabar baiknya adalah kamu bisa mengakali dengan mengaplikasi tips di atas.

Dengan Tips tersebut, kamu akan menonjol dibandingkan pelamar kerja lainnya. Ilmu psikologi secara tidak langsung memungkinkan kamu memberikan big impact dalam wawancara kerja, sehingga kamu memberikan kesan yang lebih mendalam bagi pewancaranya.
Setelah kita sudah mempersiapkan diri untuk test psikotes dan wawancara selanjutnya persiapan yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri untuk tes kesehatan atau Medical Check Up. Sebelum membahas lebih lanjut tentang tes kesehatan perlu kita ketahui fungsi, pengertian, serta tujuan mengapa banyak perusahaan mengadakan tes kesehatan dalam proses penerimaan pegawai.

Apa itu Medical Check Up?

Secara umum medical check up (MCU) merupakan langkah pencegahan yang dilakukan perusahaan dalam proses penerimaan pegawai atau karyawan baru untuk mendapat karyawan yang sehat secara fisik dengan cara melakukan tes kesehatan secara menyeluruh terhadap para calon pekerja.
Menurut berbagai sumber banyak orang atau calon karyawan yang kecewa menerima hasil tes kesehatan kerja (medical check up) ini, karena setelah pengumuman tes kesehatan ia dinyatakan tidak lulus karena memiliki penyakit yang tidak bisa ditolerir. Sehingga perjuangannya untuk mendapat pekerjaan yang diharpkan terhenti.
Agar kita lulus kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yaitu :

1. Perbanyak minum air mineral

Para dokter sepakat bahwa air dapat membantu mengeluarkan limbah dan racun berbahaya lainnya dari system limfatik, usus serta ginjal, sehingga terhindar dari rasa tidak nyaman atau gangguan masalah kesehatan lain. Manfaat lain membantu hati dan ginjal bekerja lebih optimal karena mendapatkan cairan yang cukup.

2. Jangan Lupa Olahraga / sekedar lari pagi

Menurut berbagai sumber lari pagi membuat kita terhinda dari kerusakan pada mata. Hal tersebut dapat terjadi seandainya kita melakukan lari pagi minimal 56 KM dalam 1 minggu atau  8 KM dalam sehari. Rutinitas ini akan dirasakan manfaatnya ketika umur kita menginjak usia 50 tahun. Manfaat lainnya dari lari pagi adalah dapat membuat daya konsentrasi kita semakin baik. Hal tersebut dikarenakan distribusi oksigen menuju otak menjadi semakin lancer.

3. Istirahat dan Makan Teratur

Ahli kesehatan berpendapat bahwa begadang bisa menghancurkan / merusak sel antibody. Dengan begitu tubuh kita akan kekurangan penangkal virus, yang berakibat akan sangat mudah terkena penyakit apapun. Selain istirahat yang teratur, kita juga diharuskan mengkonsumsi makan yang bergizi  tinggi sehingga dapat menguatkan darah kita.

4. Hindari Konsumsi Obat-obatan

Usahakan tidak mengkonsumsi obat-obatan satu hari sebelum medical check up. Karena ini dapat mengakibatkan kita dianggap memiliki zat adiktif. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena banyak obat-obatan yang mengandung zat adiktif sehingga ketika larut dalam tubuh dan dilakukan tes kesehatan (tes urine) maka zat ini akan diketahui oleh petugas dan mengira kita adalah pemakai narkoba

Tips Pemeriksaan saat Medical Check Up

1. Test Darah

Selain untuk mengetahui jenis atau golongan darah yang kita miliki, pemeriksaan darah juga memiliki tujuan lain yaitu untuk memastikan penyakit yang sedang kita derita. Selain itu tensi darah kita juga akan diperiksa. Jika kita menginginkan lulus tes ini, maka tekanan darah kita harus normal 80-120. Dan untuk mensiasatinya kita harus tidur tepat waktu, hindari begadang, serta perbanyak minum susu serta air mineral.

Dan satu lagi yang harus kita ingat, jangan memakan daging kambing jika tekanan darah ingin normal. Karena daging kambinng dapat menghasilkan tekanan darah tinggi.

2. Pengukuran Tinggi Badan

Pada umumnya tinggi badan di ukur ketika kita tes kesehatan untuk masuk TNI atau POLRI dan instansi pemerintah lainnya, untuk standar tinggi pria adalah 165 cm sedangkan tinggi wanita 160 cm jadi berbanggalah kita yang memiliki badan di atas standar tersebut.

3. Test Mata, Pendengaran, dan Penciuman

Pada saat medical check up beberapa indra kita juga akan diperiksa kesehatannya. Untuk test mata, yang diperiksa adalah apakah kita buta warna atau tidak dan apakah kita memiliki gangguan pada penglihatan, seperti mata minus atau plus.
Untuk tes Indra Pendengaran yang diperiksa adalah pendengaran kita. Saat test pendengaran, kita akan diberi oleh dokter sebuah earphone dan tombol yang berbentuk microphone untuk kita tekan. Tombol tersebut digunakan sebagai tanda bahwa kita mendengar suara yang keluar dari earphone atau tidak.
Sedangkan untuk test penciuman yang di test adalah seberapa peka penciuman kita. Saat tes indra penciuman mata akan ditutup, kemudian kita diminta untuk mencium benda lalu menyebutkan benda tersebut.

4. Test Urine

Tujuan test urine adalah untuk mengetahui fungsi ginjal kita apakah masih baik atau tidak, serta untuk mengetahui adanya penyakit-penyakit lain seperti diabetes, hepatitis dll. Cara yang dapat kita gunakan agar berhasil dengan cukup meminum air mineral sebanyak mungkin sebelum tes berlangsung, air urin yang sehat yaitu yang bening dan tidak keruh.

5. Test Paru-Paru

Sebelum melakukan test kesehatan (MCU) untuk masuk di perusahaa, adalah hal yang bijak untuk tidak merokok (berhentilah merokok) seperti yang saya sebutkan diatas. Setidaknya seminggu sebelum MCU.

6. Test Rontgen

Test ini digunakan untuk melihat kesehatan tubuh bagian dalam. Saat test ini kita akan dilihat menggunakan sinar rontgen. Untuk tipsnya sendiri adalah sebagai berikut : Pastikan kamu tidak merokok minimal 1 minggu sebelum test, luangkan menghirup udara segar pada pagi hari.

7. Test Umum

Menurut berbagai sumber saat test umum dilakukan dokter akan menyuruh kita berbaring ditempat tidur yang disediakan. Kemudian mata, mulut, telinga, hidung kita akan dicheck. Kemudian dokter akan mengecek bagian perut sambal menekan-nekan perut kita, kemudian ada kemungkinan dokter juga akan mengecek anus kita. Hal tersebut dilakukan untuk mengetes apakah kita punya penyakit ambeien atau tidak.

Dan akhirnya selesai sudah persiapan kita saat nya melangkah mencari lowongan kerja dan bersaing terus semangat dan pantang menyerah.

30 Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja


Wawancara kerja (job interview) merupakan tahapan yang harus dilalui oleh mereka yang sedang mencari pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan baru. Tak heran, tahapan ini sering membuat deg-degan atau stres bagi mereka yang akan menghadapinya.

Salah satu strategi menghadapi interview kerja di perusahaan apa pun adalah dengan mempelajari contoh-contoh pertanyaan wawancara kerja. Tujuannya agar kamu mendapat gambaran seperti apa pertanyaan saat wawancara kerja. Lalu membuat jawaban yang sesuai dengan pengalaman dan pendidikan kamu.

Untuk membantu kamu melakukan hal tersebut, berikut 30 contoh pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya.

A. Pertanyaan tentang data pribadi

Pertanyaan tentang data pribadi biasanya digunakan untuk membuka percakapan dan mencairkan suasana wawancara kerja yang tegang. Meskipun sebagai pertanyaan pembuka dan bersifat umum, kamu tetap harus antusias menjawabnya sehingga pewawancara tertarik kepada kamu.

1. Ceritakan tentang diri Anda?

Kandidat: “Nama saya Faisal Setiawan. Saya alumni Ilmu Komputer dari Universitas Indonesia. Sekarang ini saya bekerja di PT Maju Mundur sebagai teknisi jaringan. Saya bekerja di perusahaan tersebut sejak Januari 2013.”

2. Mengapa Anda memilih jurusan Ilmu Koputer?

Kandidat: “Saya menyadari bahwa saya menyenangi komputer sejak sekolah dasar. Dengan kuliah di jurusan Ilmu Komputer, saya menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang komputer.
Selain itu, saya belajar di jurusan tersebut dengan menyenangkan karena topiknya sesuai dengan minat dan kesenangan saya.”

3. Bagaimana cara Anda membayar kuliah Anda?

Kandidat: “Sebagian besar kuliah saya dibiayai orang tua saya. Namun, saya juga berusaha meringankan beban orang tua dengan bekerja sebagai paruh waktu di sebuah percetakan kaos dekat tempat tinggal saya.”

4. Apakah Anda memiliki rencana melanjutkan pendidikan?

Kandidat: “Ya, rencananya 3 tahun mendatang. Hal ini karena saya kuliah D3 sehingga saya ingin meneruskan ke jenjang S1.
Dengan kuliah di S1, wawasan dan pengetahuan saya akan meningkat sehingga saya bisa berkarier dengan lebih baik di masa mendatang.”

5. Selain pendidikan formal, apakah Anda memiliki keterampilan lain?

Kandidat: “Ya. Saat kuliah saya mengikuti kursus bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Selain itu, saya pernah juga mengikuti pelatihan kepemimpinan selama seminggu yang dilaksanakan himpunan mahasiswa universitas saya.

Saya juga mampu mengoperasikan komputer dengan berbagai program, seperti MS Words, MS Excell, MS Power Point, Photoshop, dan MS Access.”

6. Apa makna pekerjaan buat Anda?

Kandidat: “Bagi saya, pekerjaan bukan semata-mata mencari uang. Namun, bagaimana saya bisa melakukan yang terbaik sehingga berkontribusi bagi kemajuan perusahaan.”

B. Pertanyaan tentang pengalaman dan keterampilan

Pertanyaan tentang pengalaman dan keterampilan ditujukan untuk mengetahui:

Tujuan karier kamu
Bagaimana cara kamu bekerja
Loyalitas kamu
Bagaimana kamu menghadapi suatu masalah pekerjaan
Berapa besar kontribusi yang akan kamu berikan kepada perusahaan.
Dari jawaban yang kamu berikan, pewawancara kerja dapat menilai apakah kamu kandidat terbaik atau bukan untuk posisi yang kamu lamar.

7. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?

Kandidat: “Kelebihan saya adalah jujur, cepat belajar, dan pekerja keras. Sementara itu, kelemahan saya adalah suka lupa. Namun, saya berusaha mengatasi kelemahan ini dengan mencatat hal-hal penting terkait pekerjaan di buku saku saya.”

8. Apakah Anda memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja?

Kandidat: “Ya. Saya pikir hubungan saya dengan semua rekan kerja saya berjalan dengan baik.

Memang pernah saya memiliki masalah dengan seorang rekan kerja terkait pembagian tanggung jawab, namun kami menyelesaikannya dengan cara berdiskusi bersama sehingga kami memiliki tanggung jawab masing-masing yang jelas.”

9. Apakah Anda lebih senang bekerja sorang diri atau dalam tim?

Kandidat: “Bergantung pada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Meskipun saya lebih senang bekerja sendiri, saya dapat bekerja dalam tim.”

10. Jika Anda diharuskan bekerja di dalam tim, posisi apa yang akan Anda pilih?

Kandidat: “Saya lebih suka menjadi seorang konseptor. Dengan begitu, saya bisa merencanakan langkah-langkah yang harus diambil, membuat daftar sumber daya yang diperlukan, mengindentifikasi hambatan, dan membuat ukuran kesuksesan suatu projek.”

11. Bisakah Anda bekerja di bawah tekanan?

Kandidat: “Ya. Selama ini bisa mengatasi tekanan pekerjaan saya. Selain itu, saya pikir tekanan bisa memberikan hasil yang positif bagi saya karena saya bisa mengeluarkan potensi, inisiatif, dan keterampilan saya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.”

12. Bagaimana sikap Anda terhadap kritik yang ditujukan kepada Anda?

Kandidat: “Dalam pemahaman saya, manusia pada umumnya tidak suka dikritik secara sembarangan. Secara pribadi, saya menerima kritik yang ditujukan kepada saya.

Jika kritik itu baik dan membangun, saya akan dengan senang hati melaksanakannya demi memperbaiki diri sendiri. Jika sebaliknya, saya akan mengabaikannya.”

13. Menurut Anda, orang seperti apakah yang sulit diajak kerja sama?

Kandidat: “ Menurut saya, orang yang sulit diajak bekerja sama adalah orang yang tidak suka bekerja keras, suka melanggar aturan, banyak mengeluh, tidak memperhatikan kualitas pekerjaan, dan suka menjelek-jelekkan orang lain.”

14. Apabila bawahan Anda melakukan kesalahan, apa yang Anda lakukan?

Kandidat: “Tidak ada orang yang sempurna. Saya akan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi, mencari kerusakan akibat kesalahan tersebut, dan mencari penyebabnya.

Setelah itu, saya menentukan tindakan perbaikan dan pencegahan agar kesalahan serupa tidak terjadi di kemudian hari. Saya juga akan memberi kesempatan kepada bawahan bersangkutan untuk memperbaiki kinerjanya.”

15. Apa yang akan Anda lakukan bila bawahan Anda mengeluhkan masalah pribadi mereka?

Kandidat: “Saya akan menerima mereka di ruangan saya dan membiarkan mereka menceritakan masalah pribadinya. Jika diminta, saya akan mengajukan beberapa saran untuk masalah tersebut.

Dari pengalaman saya, mereka pada umumnya hanya butuh seorang pendengar yang akan mendengarkan masalah mereka tanpa mengadilinya.”

16. Apa yang akan Anda lakukan ketika menghadapai masalah besar dalam pekerjaan?

Kandidat: “Saya akan mencari akar masalah tersebut guna mendapatkan solusi yang tepat. Setelah itu, saya akan menjalankan solusi tersebut dalam rangka perbaikan.

Sejalan dengan tindakan perbaikan tersebut, saya juga akan menetapkan tindakan pencegahan gara masalah tersebut tidak terjadi lagi.”

17. Mengapa Anda pindah kerja dari perusahaan sebelumnya?

Kandidat: “Saya ingin pekerjaan yang lebih menantang, dan saya kira perusahaan ini dapat memenuhi keinginan saya tersebut.”

18. Apa halangan tersulit yang Anda temukan pada pekerjaan sebelumnya?

Kandidat: “Halangan tersulit saya di pekerjaan tersebut adalah jam kerja yang tidak teratur. Terkadang saya bekerja di pagi hari dan di malam hari.”

19. Apakah Anda pernah bolos bekerja?

Kandidat: “Sepanjang yang saya ingat, saya tidak pernah melakukannya. Jika ada keadaan darurat yang membuat saya tidak bisa masuk kerja, saya langsung memberitahukan hal tersebut kepada atasan saya.”

20. Apakah Anda bersedia bekerja lembur?

Kandidat: “Ya, saya bersedia. Itu tidak masalah bagi saya.”

21. Apa yang membuat Anda tertarik bekerja di perusahaan kami?

Kandidat: “Perusahaan ini menawarkan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman dan pendidikan saya. Dengan demikian, saya dapat berkontribusi dalam memajukan perusahaan ini.”

22. Seberapa baik Anda mengenal perusahaan kami?

Kandidat: “Saya cukup mengenal perusahaan ini karena banyak teman yang membicarakan dan menggunakan produknya. Selain itu, saya juga melihat iklan perusahaan ini di media massa ternama.”

23. Menurut Anda, apa yang membuat perusahaan kami berbeda dengan perusahaan sejenis lainnya?

Kandidat: “Sepanjang yang saya tahu, perusahaan ini menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu, fasilitas yang diberikan kepada karyawannya juga lebih baik daripada perusahaan lain.”

24. Jelaskan rencana Anda untuk lima tahun ke depan?

Kandidat: “ Jika saya diterima bekerja di sini, dalam lima tahun ke depan saya ingin menjadi supervisor. Oleh karena itu, saya akan mempelajari dan memahami ruang lingkup kerja dan tanggung jawab posisi tersebut.

Setelah itu, saya akan berusaha keras memenuhi apa yang disyaratkan untuk menjadi seorang supervisor di perusahaan ini.”

25. Apakah Anda siap menerima tanggung jawab yang lebih besar?

Kandidat: “Ya, saya siap. Dalam pandangan saya, saya harus siap menerima tanggung jawab yang besar dan posisi yang lebih tinggi guna mencapai karier yang diinginkan.

Dengan cara tersebut, saya dapat memacu diri sendiri sehingga menjadi lebih baik.”

26. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai?

Kandidat: “Saya suka bekerja dalam lingkungan yang adil atau segala sesuatunya transparan. Prosedur opersional standar (SOP) jelas, begitu juga dengan perkembangan karier.

Hukuman dan penghargaan diberlakukan dengan objektif. Selain itu, saya juga senang bekerja dengan rekan-rekan yang optimistis dan bersemangat.

27. Apakah Anda bersedia ditempatkan di luar kota?

Kandidat: “Ya, saya bersedia. Bekerja di perusahaan ini berarti saya harus siap menerima keputusan dan kebijakan yang berlaku.”

C. Pertanyaan seputar gaji

Pertanyaan seputar gaji biasanya ditanyakan pada akhir wawancara kerja. Jumlah pertanyaannya tidak banyak, namun berfokus pada berapa besar gaji yang kamu minta

28. Berapa gaji Anda sekarang?

Kandidat: “Gaji pokok saya sekarang Rp 4 juta. Ditambah tunjangan dan bonus bulanan, total gaji saya adalah Rp 5 juta.”

29. Berapa gaji yang Anda harapkan untuk posisi ini?

Kandidat: “Saya berharap memperoleh gaji sebesar Rp 8 juta.”

30. Kami tidak dapat memenuhi permintaan gaji Anda. Seberapa banyak Anda bisa menurunkan permintaan gaji tersebut?

Kandidat: “Bagaimana kalau Rp 7 juta?”


Penutup
Dengan mengetahui 30 contoh pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya di atas, kamu dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapai wawancara kerja.
Jangan ragu untuk mengubah atau memodifikasi jawaban-jawaban di atas agar sesuai dengan pengalaman dan pendidikan kamu. Jika diperlukan, beli juga buku-buku seputar wawancara kerja sehingga persiapan kamu menjadi lebih baik lagi.