This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sumber Insprirasi Supaya Tetap Bersemangat Meraih Mimpi

Ilustrasi Insprirasi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi at justo vitae erat tincidunt elementum at id leo. Donec luctus orci quam, sit amet posuere metus rhoncus id. Suspendisse sed accumsan sem. Aliquam a consectetur est, non sagittis neque. Aliquam rhoncus ex in semper aliquam. Maecenas luctus semper faucibus. Praesent neque ex, euismod in vulputate quis, rhoncus eu velit. Quisque sed semper turpis. Pellentesque vel elit vitae sapien ultrices egestas. Donec non tincidunt enim, vulputate volutpat quam. Aliquam et auctor orci. Fusce id sapien sit amet est vulputate placerat ac ut ipsum. Quisque pharetra malesuada risus, eget convallis ex.
Fusce quis ultricies nunc. Etiam sit amet justo faucibus, suscipit dolor vitae, faucibus mi. Donec commodo non metus eget gravida. Nunc tincidunt accumsan porta. Maecenas ultrices pharetra risus vel porta. Nunc nisl ipsum, eleifend id venenatis vel, vehicula sed sem. Nulla et dignissim lorem. Nunc quis faucibus ipsum. Suspendisse dolor orci, tempus ut consequat eu, facilisis nec lacus. Duis vitae justo quis neque volutpat tempus vitae eget nisl. Proin ipsum mauris, egestas quis posuere eget, sollicitudin a elit. Suspendisse et porttitor nibh, at pretium ante. Suspendisse pulvinar faucibus cursus. Donec molestie tortor non sodales congue.
Nulla justo urna, mollis a cursus vitae, dapibus et leo. Cras neque turpis, tempus ut tristique a, laoreet id ante. Morbi eget mauris dui. Praesent tincidunt nisi in egestas malesuada. Vivamus euismod at nibh finibus aliquam. Proin dolor mauris, ullamcorper vel facilisis ut, iaculis ac velit. Nulla facilisi. In hac habitasse platea dictumst. Mauris ullamcorper in ligula iaculis hendrerit. Sed rhoncus imperdiet magna, et gravida eros auctor quis. In sollicitudin ullamcorper sollicitudin. Vivamus tincidunt scelerisque nisl eget sodales. Sed et risus orci. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Integer fringilla felis eros, et vehicula justo eleifend id.
Donec pretium nulla laoreet neque placerat vulputate. Cras placerat, purus nec venenatis volutpat, sem diam consectetur mauris, vitae suscipit tortor velit hendrerit tellus. Vestibulum sollicitudin non diam ac feugiat. Nunc vel volutpat justo. Cras pretium laoreet accumsan. Vivamus consectetur sagittis velit a rutrum. Nulla porta venenatis mauris id viverra. Nulla facilisi.
Nullam id justo non felis sodales tincidunt quis et justo. Sed mollis leo elit, quis consequat neque dictum at. Morbi sed enim urna. Fusce molestie nibh at urna suscipit, vitae dictum nibh faucibus. Aenean eget lorem varius, rutrum odio eu, volutpat felis. Morbi elit dolor, volutpat vel fermentum vitae, commodo id augue. In hac habitasse platea dictumst. Proin vestibulum eget arcu eget varius. Fusce iaculis convallis diam, eu lacinia augue tempor nec. Donec consequat mi nunc, id pretium magna euismod id. Duis ac ipsum a massa pellentesque congue. Duis venenatis augue id justo feugiat scelerisque. Nulla auctor finibus tellus et egestas. Sed eget turpis sed tellus ullamcorper laoreet. Ut rhoncus metus sit amet elementum consequat.
Here is a quote from WWF's website:
For 50 years, WWF has been protecting the future of nature.
The world's leading conservation organization,
WWF works in 100 countries and is supported by
1.2 million members in the United States and
close to 5 million globally.

5 Alasan Kenapa Hidup Sangat Berat

“Life is too importan to be taken seriously” – Oscar Wilde

Aku tidak akan pernah melupakan ini sampai aku mati. Mereka mengatakan bahwa kamu harus percaya pada perjalanan hidup, tapi khusus tahun 2018 ini, Hidupku hancur berantakan.  Aku baru saja kehilangan segalanya. Karirku hancur, kekasihku pergi tinggalin aku sendiri, kehilangan pendapatan, teman, mental dan semua hal baik pada diriku.
Setiap upaya untuk mengurangi rasa sakit tidak berhasil. Rokok, Game, Travelling. 


Tidak satupun yang berhasil. Yang bisa aku pikirkan adalah, kenapa hidup begitu sulit? Kenapa aku harus berjuang dan berjuang hingga pada akhirnya aku jatuh? Apa aku harus berjuang dan terus berjuang? Kenapa sering hal-buruk terus terjadi berulang-ulang? Aku bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertaan ini saat sedang melamun atau sedang berjalan. 
Hal-hal buruk itu entah kenapa mempengaruhi semangat aku untuk terus berjuang.
Sampai akhirnya setelah aku memutuskan mundur dari pekerjaan atau karir yang punya prospek bagus di bulan April lalu sertja kejadian buruk yang terus terjadi aku merasa kurang mampu dan percaya diri.
Bagaimana bisa ini terus terjadi padaku? Kenapa aku membiarkan semuanya menjadi buruk? Apa yang sudah aku lakukan sehingga aku mendapat ini? Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul di pikiranku dengan kecepatan tinggi.


Disaat aku berada di titik terendahku, aku ingin mengakhiri hidupku, bukan aku tidak peduli sama orang-orang yang care sama aku tapi karena aku sudah tidak tahan lagi aku kehilangan semua pemahan sebernanya apa arti hidup. Namun aku berhenti disitu dan merenung lagi dan berpikir misalkan aku mati apa masalah bisa selesai? Apa ini jalan satu satunya sehingga harus aku pilih? Apa tidak ad acara lain? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul dengan sendirinya. 


Lalu aku memutuskan untuk menjadi orang yang berguna setidaknya untuk orang yang peduli padaku karena aku takut missal aku akhiri hidup masalah akan bertambah banyak dan bukan lagi dengan sesame manusia melainkan dengan pencipta kita, dari situ aku mulai melakukan evaluasi diri menghilangkan sedikit demi sedikit hal buruk pada diriku dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik untuk menggapai masa depan yang cerah aku sangat bersyukur pada apa yang telah aku punya itu lebih baik daripada orang yang benar-benar tidak punya apa-apa dan juga aku bersyukur tidak jadi mengakhiri hidup. Aku perlu mengatur ulang seluruh hidupku.

Kenapa terkadang hidup sangat berat?
Ketika kehidupan hancur dan penuh dengan tekanan serta masalah hidup dapat terasa begitu sulit. Seperti perang, kamu akan terus-terusan berjuang melawan tantara yang menyerang wilayah kamu dari setiap sudut. Dan ketika puncak kebisingan dan ketakutan dan puncak kecemasan ini, yang ingin kamu lakukan hanyalah lari dan menjerit. Tetapi inilah yang kebanyakan orang tidak sadari. Tentu, terkadang hidup bisa menjadi sangat berat. Ga ada yang pernah bilang itu akan mudah. But its priceless.
Berikut penjelasannya.


Setelah niatanku untuk mengakhiri hidup batal karna masalah dan tekanan yang begitu besar kemudian aku memutuskan untuk menyelesaikan apa yang telah terjadi (hal buruk). Aku ingat seberapa sering aku menghabis rokok, banyaknya waktu untuk bermain game berharap aku bisa melupakan hal buruk itu, sisa uang yang aku hamburkan,  aku sangat kehilangan, sangat hancur, berantakan. Tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
Aku belum siap untuk mati, Allah sudah membawaku ke dunia ini untuk merasakan pengalaman hidup. Saat itu dan saat ini ketika tulisan ini dibuat bukanlah waktu untuk aku pergi. Ada sesuatu yang harus aku lakukan tapi aku tidak yakin apa itu tak tau harus mulai dari mana. Yang aku tahu ini bukanlah akhir.


Terkadang Kamu butuh Hard Reset diri kamu
Seperti yang biasa teknisi hp lakukan pada hp yang softwarenya rusak dan tidak bisa diperbaiki, aku tahu bahwa aku butuh apa yang dinamakan hard reset. Ada beberapa bug atau kesalahan kode. Aku tahu hidup akan menjadi sulit kedepannya, tapi aku juga tahu aku tidak menyerah.


Aku butuh hard reset, aku membutuhkan perubahan pada arah hidupku, hobiku, kebiasaanku, serta obsesiku. Aku harus benar-benar meninggalkan hal-hal yang buruk. Aku tahu seseorang yang bisa membantuku yaitu Allah tuhanku. Jadi aku berdoa, berdoa dan berdoa, aku bangun jam 4.40 am pergi ke masjid terdekat hanya untuk solat dan berdoa dan berdoa. Ya allah lindungi aku, selamatkan aku, berilah ketenangan dalam hati ini, tunjukkan jalan untukku.


Kemudian setelah beberapa waktu aku mulai mendapat semangat, gairah untuk terus berjuang dan bersaing di jalan yang ia ridhoi walau saat ini aku sangat jauh dari apa yang bisa dikatakan sukses setidaknya aku merasa semuanya menjadi mungkin.
5 Alasan kenapa Hidup begitu berat?


  1. Jika kamu mengalami hal yang mirip dengan apa yang aku alami. Ya aku tahu itu sangat berat, namun memang benar adanya hidup itu berat dan tidak akan pernah mudah. Pahami itu. Selamat datang di kegagalan dan rasa sakit. Karna itu akan membangun dan membuat kamu lebih kuat. Kita adalah mahluk emosional
    Sebagai manusia, kita adalah mahluk emosional.
    Kita berakhir seperti kumparan, hanya menunggu untuk muncul berdasarkan gagasan yang sudah ada sebelumnya, generalisasi dan persepsi. Jika kita berpikir bahwa sesuatu seharusnya mempengaruhi kita secara negatif, itu benar. Yang benar adalah bahwa kita tidak selalu mencari lapisan-perak atau yang terbaik dalam suatu situasi. Kita hanya bereaksi berdasarkan emosi. Ingatan, panasnya momen atau kejadian dapat membakar kamu untuk seumur hidup. Dan itu sering terjadi
  2. Kita bergantung pada kebahagiaan kita pada orang lain
    Hidup akan selalu tampak sulit ketika kita bergantung pada kebahagiaan kita pada yang lain. Apakah itu pasangan atau teman atau orang lain, kebahagiaan tidak bersumber dari orang lain, itu berasal dari dalam. Tentu saja, itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sangat sulit untuk bahagia ketika kamu mendasarkan seluruh keberadaan kamu di sekitar kehadiran orang lain dalam hidup kamu seperti biasa yang cowok katakana ke cewenya “Kamutu sumber kebahagianku” aku sendiri juga pernah alami itu hehe. Atau pada kebahagiaan mereka secara keseluruhan. Lebih buruk lagi, ketika orang itu membuat hidup kamu lebih sulit, sulit untuk menjaga kewarasan kamu seperti meminta kamu untuk melalukan apa saja yang dia mau.
  3. Kita tidak menyadari seberapa banyak usaha yang dilakukan Aku mungkin adalah orang pertama yang memberi tahu kamu bahwa segala sesuatunya sulit dan memakan waktu lama. Tidak ada yang mudah. Tidak ada yang datang begitu saja. Dibutuhkan kerja keras dan usaha. Darah, keringat, dan air mata bahkan tidak secara tepat menggambarkan jumlah usaha tertentu yang diperlukan. Pernahkah kamu melihat meme itu di mana ada dua penambang menggali, dan satu lagi menyerah sebelum ia memukul emas atau berlian atau apa pun? Itu hanya cara hidup sering berlalu. kita bekerja sangat keras dan kemudian kita menyerah, meskipun kita sudah bisa begitu dekat. Tentu, hal-hal dapat terasa sangat sulit ketika kita terus melompat dari satu objek berkilau ke objek berikutnya. Bagaimana kita bisa berharap untuk memiliki ketenangan pikiran ketika kita mengambil satu kesempatan demi kesempatan, berpikir bahwa itu akan berbuah sesuai ekspetasi kita, tetapi kita menyerah terlalu cepat dan mencoba hal berikutnya? Aku percaya Sukses membutuhkan waktu, tetapi selama kamu tidak menyerah, segala sesuatu pasti mungkin dan dapat dicapai. Jadi jaga selalu optimism kamu!
  4. Kita terus berjuang dengan kritik Kami semua berjuang dengan kritik. aku tahu ini telah menjangkiti aku di sebagian besar kehidupan aku sebelumnya. Aku bertanya-tanya apa yang orang pikirkan tentang aku. Apa yang akan mereka katakan atau rasakan? Kenapa aku peduli? Menumpahkan kulit ini sulit. Meskipun kami hanya manusia, kamu tidak dapat mengharapkan hidup menjadi mudah jika kamu terus-menerus mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain. Ini berurat akar dalam budaya kita dan masyarakat kita, tetapi perlu menjadi sesuatu yang kita lepas dari diri kita. Kamu tidak bisa bahagia atau puas jika khawatir tentang pendapat orang lain. kamu tidak bisa begitu. Itu tidak bekerja seperti itu. Menemukan cara untuk memutuskan siklus itu sulit. Tetapi aku telah menemukan satu hal yang bekerja dengan baik. Ambillah satu hal yang sangat kamu takuti, bahwa kamu berpikir orang akan mengkritik kamu, dan lakukan satu hal itu setiap hari. Tidak masalah seberapa baik atau buruknya kamu dalam hal itu. Dengan latihan, semua orang meningkat seiring waktu. Bagi aku, itu melakukan podcast aku. Apa itu untukmu?
  5. Kita memiliki ketakutan yang akan datang yang sering mengalahkan kita Kita semua takut pada sesuatu. Entah itu rasa takut bangkrut, kehilangan orang yang kamu cintai, atau apa pun lainnya, kita masing-masing dilkamu rasa takut. Seringkali, kita takut hal-hal yang kita tahu akan menyakitkan. Itu alami. Tapi bagaimana kamu mengatasi hal seperti itu? Tentunya, hidup itu berputar-putar. Hal-hal buruk terjadi. Bahkan untuk orang baik. Apakah itu membuat hidup lebih mudah untuk diketahui? Tentu saja tidak Untuk benar-benar membebaskan diri dari rasa takut, kamu harus menerima bahwa hal-hal di luar kendali kamu. Tetapi kamu juga harus mengalihkan fokus kamu. Ingat bahwa suka menarik suka. Jika kamu memikirkan pikiran negatif, kamu akan menarik keadaan negatif. Ada kekuatan murni dalam pikiran kamu. Jadi, jika kamu menjaga pikiran kamu tetap bersih dan memiliki pkamungan positif tentang kehidupan, rasa takut tidak akan meliputi pikiran kamu. Dan ketika itu terjadi, membuangnya seperti pengusir setan mengusir setan.[left-sidebar]



Bob Sadino Orang yang mempunyai Tekad Baja

Mungkin hampir semua anak 90an tahu siapa Bob Sadino ini, ya nama lengkapnya Bambang Mustari Sadino yang biasa di kenal Om Bob atau Bob Sadino pemilik Kem Chics dan Jakarta Mansion. Om Bob lahir pada 9 Maret 1933, terlahir dari orang tua yang sudah mapan lalu pada usia 19 beliau mewarisi harta kekayaan orang tuanya karna dianggap saudara kandung lainnya sudah mapan.

Kemudian dari harta warisan tersebut sebagian beliau gunakan untuk berpergian keliling dunia yang membuatnya memutuskan untuk tinggal di Belanda dan menetap disana kurang lebih 9 tahun. Selama disana ia bekerja di Djakarta Lylpd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Pada tahun 1967, Bob bersama keluarga kembali ke indonesia dengan membawa serta 2 mobil Mercedest Benz miliknya produksi tahun 1960an demi membeli sebidang tanah di daerah Kemang, Bob memutuskan keluar dari pekerjaannya dan memiliki tekad besar untuk bekerja sendiri secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakukan oleh Bob setelah memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebelumnya adalah menyewakan mobilnya dan dia sendiri sebagai supirnya. Sangat disayangkan, suatu saat Bob mengalami kecelakaan dan menyebabkan mobilnya rusak parah. Karena tidak memiliki uang sepeserpun, Bob beralih pekerjaan sebagai tukang batu. Gaji yang hanya Rp. 100 menyebabkan dia sempat depresi oleh tekanan hidup.

Suatu ketika, seorang temannya menawarkan untuk berjualan telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialami. Bob mulai tertarik dan mengembangkan bisnis tersebut dengan mengembangkan usaha peternakan ayam. Dengan cara menjual dari pintu ke pintu, Bob mengenalkan barang dagangannya yang hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat di Kawasan Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Tidak jarang beliau dimaki oleh pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun belia berkaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahanpun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal ke pribadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal supermarket (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengkan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikhutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjadi kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausa tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukanlah nomor satu, yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Selain mengenalkan telur ayam negeri, Bob adalah orang pertama yang menggunakan perladangan sayur dengan sistem hidroponik di Indonesia yang berkembang hingga saat ini.